Menurut Kantor Berita ABNA, Miguel Diaz-Conel mereaksi langkah baru AS memasukkan negaranya dalam daftar negara yang mensponsori terorisme, dengan mengatakan bahwa tindakan ini menunjukkan standar ganda Washington.
Presiden Kuba mengkritik langkah baru pemerintahan Trump tersebut, dan menilainya sebagai puncak pesimisme pemerintahan AS saat ini.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, pemerintah AS mengambil sikap keras terhadap Kuba dengan mengintensifkan tekanan politik, ekonomi, dan militer," ujar Miguel Diaz-Conel.
Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada Selasa pagi mengatakan pihaknya telah menambahkan Kuba ke dalam daftar negara yang mensponsori terorisme, karena memberikan dukungan berulang terhadap terorisme internasional dan tempat berlindungnya yang aman.
342/